Gooo Blog!!!

Tulisan ini dibuat dalam rangka proyek pembuatan buku yang bertema alasan para anggota Blogger IPB beraktifitas melalui blognya. Here we go!

1. Publikasi Pertama


Saya mempublikasikan tiga tulisan pertama di blog ini secara secara serempak pada tanggal 5 Mei 2008. Dengan melakukan hal itu, saya ternyata menapaki hobi baru yang sebelumnya tak pernah terpikirkan sama sekali. Sewaktu SMP dan SMA saya hanya menyukai musik, ga suka baca, nulis apalagi. Setelah mempunyai blog ini, saya punya kegemaran baru.

2. Masuk BEM KM

Tahun 2009, saya mendaftarkan diri untuk menjadi salah satu pengurus BEM KM Kabinet Gemilang. Ketika itu Kak Afif Nurwilianto (Mas Wong Bagoes) yang mewawancarai, menanyakan aktivitas saya terkait kiprah jurnalistik dan hal-hal lain tentang divisi Kominfo. Saya bilang bahwa akan terus bertekad konsisten melatih skill kepenulisan melalui blog, dengan rutin mengupdate tiap bulan. Tapi ternyata ada satu bulan yang saya lewatkan untuk diisi posting baru. Ketika itu Juli 2010, saya melaksanakan tugas KKP ke Kalimantan Selatan. Listrik aja susah, apalagi internet. Dengan memiliki blog lalu diterima di Kominfo sebagai salah satu staffnya, saya punya kunci untuk menjalani pengalaman yang mengagumkan berikutnya.

3. Memimpin The 3rd Journalistic Fair
Inilah pengalaman pertama saya memimpin sebuah kegiatan di kampus. Kaget di awal, karena saya tiba-tiba ditunjuk untuk menangani proyek ini, lalu saya berterima kasih atas kesempatan ini, karena di dalamnya saya mendapati banyaaaaak sekali pelajaran. Saya sangat berhutang budi kepada Kak Willy, Kak Vica, dan rekan staff Kominfo yang ketika itu kami begitu kompak berkarya. 

Journalistic Fair yang ketiga ini digelar tanggal 18 November 2009. Meski tidak sejalan dengan rencana spektakuler yang diharapkan di awal, JF sukses mendatangkan Pak Usman Kansong dari Metro TV, Enda Nasution Sang Bapak Blogger Indonesia, dan Mimin Kaskus Andrew Darwis. Ini semua terlaksana karena kerja tim JF 2009, hingga ada peserta yang bilang bahwa ini sebenarnya seminar bernilai 50.000 tapi harga tiketnya cuma 5.000. Salam hormat saya buat panitia JF 2009 dan semua pihak yang punya andil sama jalannya acara ini.

4. Balas dendam di IPB Blogging Day 2009

Salah satu obsesi yang belum tercapai di JF 2009 adalah memecahkan rekor MURI untuk "blogging dengan peserta terbanyak se-Indonesia". Kak Willy yang merasa sudah telanjur merencanakan kegiatan itu, merasa perlu membayar niat yang kadung terucap itu meski tidak melalui wadah BEM KM yang ketika itu telah demisioner. Akhirnya, Komunitas Blogger IPB menjadi kereta yang mengantarkan kami ke kegiatan Blogging Day pertama sepanjang sejarah IPB itu. Saya awalnya menolak memimpin lagi, tapi akhirnya mengiyakan juga buat memperbaiki pencapaian yang belum tuntas di JF 2009. Meski tidak berjalan lancar (lagi), Blogging Day 2009 setidaknya menjadi pijakan pertama untuk pelaksanaan Blogging Day berikutnya. Sekali lagi, pengalaman indah bersama rekan-rekan panitia dan peserta juga rentetan episode selama proses pengerjaan acara saya alami karena telah memiliki blog. By the way, judul tulisan ini juga diambil dari potongan jargon IBD loh. Gooooooo Blogging Day!!! :D

5. Can I Say Magazine

Blog saya ternyata mendapat apresiasi lebih tinggi, terutama ketika saya memuat liputan konser (Konser KOIL, Java Rocking Land 2010-2011, dll), dokumentasi acara (Forum Indonesia Muda, Pertukaran Pemuda Antar Negara, dll) atau beberapa opini (Dilarang Gondrong, Tentang Perbedaan, dll) yang cukup menyedot atensi penjelajah dunia maya. Akhirnya pada tanggal 22 Agustus 2011 saya membuka cabang baru dari Can I Say berupa majalah digital. Dengan mendirikan majalah yang berprinsip dasar untuk menyalurkan hal positif yang telah saya terima itu, saya punya banyak keuntungan lain. Yang paling saya suka adalah meliput konser tanpa harus membeli tiket. Hehe.

6. Galeri Paling Murah

Seorang seniman tentu akan terus terlecut untuk lebih produktif dan berkualitas lagi setelah karyanya diapresiasi dan dievaluasi. Kedua proses itu biasa dilakukan di sebuah ruang bernama galeri yang bisa berupa pameran, pertunjukkan, diskusi, dll. Saya mendapati sebuah kesimpulan bahwa galeri paling murah sedunia adalah internet. Kita punya kesempatan menikmati karya dari kreator yang bahkan ada di seberang belahan bumi lain hanya dari depan layar komputer. Berangkat dari pernyataan itu, di awal 2010 saya bercita-cita untuk memperkaya diri dengan karya, lalu memamerkannya di galeri paling murah yang telah saya ceritakan, blog ini. Akhir tahun lalu pameran pertama saya digelar. 

7. Menulis Buku




Tahun 2010 lalu saya juga membuahkan dua karya berupa buku yang bertajuk Manis Getir Skripsi dan Akademi Pasca Graduasi. Buku pertama adalah adaptasi dari serial kisah menempuh penyelesaian tugas akhir dengan judul yang sama di blog ini. Jadi gimana awalnya saya bisa belajar jadi penulis buku? Membuat dan menulis di blog.

8. Kesimpulan

Jadi alasan saya ngeblog bermacam-macam, bergantung kondisi yang sebagiannya telah dijelaskan diatas. Intinya, yang belum punya blog atau blognya jarang diupdate saran saya sih rajin nulis/majang karya disana, apapun bentuk karya itu. Soalnya data yang udah kita masukkan ke internet itu bisa jadi ada disana selamanya loh, kalau nulis di tembok/kertas kan bisa aja hilang. Itu kalimat yang saya denger dari Aziz Nurussadad, sewaktu saya meliput tentang Blogger IPB untuk Koran Kampus. Nah saya lupa cerita kan, masuk Korpus juga gara-gara ngeblog duluan loh. Hehe. So, jadikan blog itu versi digital dari diri kita, portofolio karya-karya kita. Tapi diniatkannya buat berbagi hal baik aja, bukan mau sombong. Ada nih salah satu blog yang dulu saya ikuti, kesannya kok tiap tulisannya itu arogan, soalnya cerita kesuksesan/kehebatan dia terus yang diceritain. Tapi emang bener sih, memotivasi. Saya mikir jangan-jangan blog saya juga begitu di mata pembacanya (terbaca arogan maksudnya). Wajar kali yah, soalnya blog pribadi kan self centered gitu, jadi ya nyeritain tentang diri si tuannya. Kalau yang diceritain tentang pencapaian-pencapaiannya si penulis, ya jadi kesannya tinggi. Kalau yang diceritain cerita kesedihannya, ya kita malah kasian sama hidup si blogger. Hehe. Intinya kita harus selalu menerapkan hukum pygmalion, selalu berpikir positif. 

Oke, semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf kalau ada yang kurang berkenan. Hidup Blogger IPB!!!

*gambar di kesimpulan diambil dari sini

Labels: