Ekspedisi Jurnalis ke Carstensz: Swanggi

Ini cuplikan cerita horror di majalah komik re:ON. Jam itu mengingatkan gw ketika diganggu (diduga kuat) hantu di Intan Jaya papua. Begini ceritanya:

Gw tiba-tiba bangun dengar suara ketokan di dinding kamar. Brian udah bangun sama Kang Edy. Kami sama-sama heran. Itu beneran suara orang ngetok dinding? Eh pas pada bangun itu ada lagi suara ketokan, tepat di dinding atas kepala kami. Wildan lalu bangun. Dia gebrak lah itu dinding sampe ketokannya hilang. Pas dia ngecek ke luar kamar, gw dengar 5x ketukan lagi, pindah ke kamar sebelah. Lalu gw cek jam. Holy cow! Jam 02:36, witch hour.

Singkat kisah dipastikanlah malam itu juga bahwa yang ngetok gak mungkin orang. Wong itu di lantai 2 yang belakangnya atap seng. Terus masa kalo itu orang, gak kedengeran suara jalannya, langsung pindah ke kamar sebelah secepat itu. Fix, itu swanggi. Hantu dalam bahasa suku moni.

Lalu kami kembali tidur. Sialnya gw ga ngantuk lagi. Sial! Mana angin dari gorden yang nutup jendela niup-niup muka lagi. Mau bangun ambil headset takut swanggi menampakkan diri. Mau jak ngobrol orang gengsi. Yaudah akhirnya ketiduran. Eh, teror tadi kebawa mimpi.

Di mimpi itu gw dapetlah penjelasan bahwa itu mungkin pesan dari diri kita di masa depan yg udh berpindah dimensi. Kayak film interstellar. Semoga begitu :D []


Labels: , , , , ,