Ekspedisi Jurnalis ke Carstensz: Benar-Benar Batal


Pagi itu bunga teratai di halaman depan sebuah hotel dekat bandara Mozes Kilangin mekar. Ia mekar seiring bersemi pulanya harapan tim wartawan peserta ekspedisi carstensz. Tim marinir ditarik turun dari Tembagapura demi menghadiri upacara pelepasan yang dipimpin menteri koordinator kemaritiman. Ternyata, upacara itu adalah kegiatan kenegaraan terakhir menteri koordinator kemaritiman Indroyono Susilo. Setelahnya, posisi yang ditempati mantan direktur FAO PBB itu ditempati Rizal Ramli. 

Upacara usai, tim marinir akan naik lagi bersama kami, tim wartawan. Tapi, kelakar bahwa induk semua masalah adalah miskomunikasi, menemukan satu lagi pembenarannya. Tim wartawan kembali ke hotel untuk mengambil sisa perbekalan yang belum terangkut. Satu jam berlalu, dua jam terlewat. Berjam-jam kemudian waktu makan siang tiba, dan kami berkumpul di sebuah rumah makan. Lama menunggu, kabar itu akhirnya diumumkan. Ternyata tim marinir sudah berangkat. Perwakilan tim wartawan mendapat informasi bahwa jam setengah sebelas semua tim berkumpul di bandara. Saat ia ke sana, tim marinir ternyata sudah tidak ada. Mereka langsung berangkat setelah upacara bubar. Kondisi ini diperparah dengan absennya ketua panitia tim wartawan setelah pelaksanaan upacara pelepasan. Ada yang bilang dia kembali ke Jakarta ikut menteri. Ada yang bilang dia masih di Timika. Yang pasti, dia tidak pamit ke orang-orang yang dia bawa dan pergi begitu saja.

Malam harinya, rapat lain digelar. Seorang staf kementerian pariwisata hadir di dalamnya. Ia mengaku tak punya wewenang untuk mendorong agar ekspedisi tetap berlangsung. Ketika ia hubungi staf kementerian koordinator kemaritiman pun, tidak ada yang menyatakan diri bertanggung jawab, karena menterinya baru diganti. Alhasil, malam itu rencana cadangan langsung diputuskan: pendakian akan melewati jalur distrik Sugapa. []

Labels: , ,