ISAD Festival

Mari, tarik label waktu di benak kita ke seminggu lalu. Malam minggu itu saya sempat bingung cari alamat Rumah Bintang. Sempat khawatir melewatkan momen inti, saya akhirnya tiba disana pas ISAD Festival diresmikan, dan Rumah Bintang boleh dimasuki secara resmi sebagai bagian dari pesta seni visual jalanan itu. Rumah Bintang merujuk pada sebuah rumah tak terurus di Jalan Pasar Minggu Raya Nomor 33 Jakarta Selatan. Rumah itu kemudian menjadi galeri seni berisi grafiti, mural, tempelan wheat paste, dan instalasi lainnya. Mereka dipajang sebagai bagian dari perayaan festival Indonesian Street Art Database atau ISAD. Selain menikmati Rumah Bintang di hari pertamanya bisa dijamah pihak umum, saya juga menyaksikan gelaran pentas musik dengan sajian impresifnya. Foto-foto berikut ini akan bercerita lebih banyak.


Sesaat sebelum Rumah Bintang dimasuki pengunjung ISAD Festival. Karya Robowobo langsung menyambut

Di Lantai dua, karya Hard Thirteen langsung menarik perhatian












Disini juga dipamerkan arsip street art dari berbagai daerah, salah satunya dari Magelang


Tepat di tembok kiri setelah pintu masuk, ada papan curat coret. Yang bawa spidol bisa langsung tag nama disana

Bujangan Urban (bertopi membelakangi kamera) menonton penampilan dou Kojek Rap Betawi

Pintu masuk ke Rumah Bintang. Karya Robowo dan Lykerex menyambut pengunjung

Pembuatan grafiti oleh Artcoholic

Kojek Rap Betawi beraksi

Pak Nur bersama karyanya. Ia memprotes rencana pemerintah DKI Jakarta "membersihkan" tembok Jakarta dari street art



Bertopi dengan tulisan CAGUB DKI 2017, Pak Nur mengingatkan bahwa seniman street art tidak melanggar konstitusi, karenanya rencana pemutihan tembok Jakarta menurut Pak Nur perlu ditentang. Seniman bernama asli Danuri ini memberi tanda khusus di kata "konstitusi", sebagai sentilan tambahan buat mahkamah yang sedang bermasalah itu

Racun Kota tampil begitu impresif. Beberapa aksi stage diving sempat dipraktikkan. Musiknya asik.

Labels: , , , ,