Menjelajah Hutan Bakau dan Delta Langka di Jailolo



Desa Gamtala Kecamatan Jailolo Kabupaten Halmahera Barat, adalah sebuah desa wisata. Selain menyediakan tradisi horom sasadu, desa ini punya potensi alam bagus, hutan bakau dan delta lako akelamo. Hutan bakau ini bisa dijelajahi dengan menelusuri sungai sepanjang sekitar dua kilometer sebelum mencapai ujung. Selama menelusuri sungai, pohon bakau subur tumbuh. Di kawasan ini warga dilarang menebang pohon bakau. Padahal sebelumnya, mereka memanfaatkan pohon bakau untuk kayu bakar. Pohon nipah juga banyak disini. Buah nipah berguna untuk mengobati panas dalam. Di hutan baku ini, hewan khasnya namanya berang. Berang itu bahasa sananya Biawak. Jumlahnya sekarang berkurang karena warga memburu mereka buat dimakan dagingnya. Katanya rasanya mirip daging ayam.



Air di sungai ini hangat, karena terpengaruh aktivitas vulkanik gunung tugu aer. Tapi mendekati muara sungai, airnya jadi dingin. Jadi ada percabangan sungai gitu yang menyatu sebelum muara. Satu sungai airnya dingin, satunya lagi hangat, jadinya air hangat yang semula kita lewati sudah mendingin. Akhirnya kami tiba juga di muara. Disana ada sebuah delta yang cukup luas, sekitar 200 meter lebih panjangnya. Lebarnya kira-kira 20 meter. Delta ini ga bakal ada kalau di wilayah itu lagi musim angin barat. Kebetulan pas kami kesana, angin bertiup dari utara, jadi si delta utuh muncul. Dari delta ini gunung tugu aer dan gunung susupu jelas terlihat menjulang. Sementara kawan-kawan pers lain melanjutkan wisata ke pantai susupu, saya kembali ke Desa Gamtala.

 Berlatar Gunung Susupu

Berlatar Gunung Tugu Aer

Labels: , ,