Mama

Ga mau ketinggalan seperti ketika Insidious tayang di bioskop, saya memaksakan diri menonton film horor yang belakang ini sedang sering digunjingkan, Mama. Mama diangkat dari sebuah film pendek. Film ini mengisahkan dua orang anak yang hilang lima tahun lalu ditemukan kembali. Ternyata pasca kembali ditemukan dari hutan, kedua anak ini membawa sesuatu yang menakutkan bernama Mama.



Secara keseluruhan saya menikmati tiap tensi misteri di film ini. Mama menyajikan kejutan-kejutan yang bisa membuat kamu mengumpat kaget saat menontonnya. Bagian yang paling saya suka, ketika bagian orisinal dari film pendeknya ditampilkan. Mama dengan gesitnya mengejar dua bocah itu, seakan ia menghampiri kita dari layar sana. Adegan lain yang menarik tentu saja adegan ranjangnya. Ketika Annabel tertidur, Mama bermain-main dengan ketakutan si pemain bass band rock itu, mirip adegan tarik selimut di teror kasur film The Shutter yang sama-sama menegangkan.




Film yang baik menurut saya, adalah film yang membuat kita penontonnya memikirkan film itu pasca menonton. Ending film Mama mengingatkan saya ke kisah penutup film Rumah di Seribu Ombak. Memang itu yang harus dimunculkan kalu mau menampilkan sisi menggemaskan si film. Kesimpulannya, saya menyarankan kamu untuk segera mengunjungi bioskop terdekat sebelum Mama hilang. Sekarang saya lagi nunggu Belenggu rilis. Film horor memang sudah selayaknya ditonton di ruang bioskop. Kalau mau baca ulasan versi Aria Gardhadipura sekaligus nonton film pendeknya, klik tulisan ini. Awas salah nonton, yang saya omongin dari tadi bukan film di bawah ini.



Labels: , ,