Nona Bumi

Setelah dimatangkan selama dua bulan di dalam ruang produksi, akhirnya saya diberi tugas liputan. Liputan pertama saya ini sebenarnya diberikan ketika saya masih di desk nusantara, tapi karena reporter sosbudtek lagi ga ada semua, ya sudah saya yang berangkat.
 



Saya ditugaskan untuk meliput gathering miss earth. Acara itu akan dihadiri para Miss Earth Indonesia, sekaligus mengumumkan bahwa Indonesia telah terpilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan Miss Earth 2012. Jadi di bulan Oktober nanti, Indonesia bakal didatangi para Miss Earth dari 149 negara lain untuk memperebutkan gelar Miss Earth 2012. Kabarnya, acara itu juga bakal dihadiri tokoh aktivis lingkungan kaliber internasional macam Bono U2, sampe Al Gore. Hasil liputannya tentu saja hanya bisa kamu saksikan di Metro TV.

Dalam tugas peliputan perdana ini, saya dipasangkan dengan Bang Arif, kameramen yang juga teman sekosan. Saya pernah berlatih bersama dia di liputan yang hasilnya bisa kamu lihat di video di bawah ini.




 Waktu itu Bang Arif ngajarin tentang teknik-teknik peliputan. Doi kan lebih senior, nah liputan ini jadinya ibarat ujian buat saya. Hehe.


Miss Earth ini tujuannya mau buat milik semacam ikon pergerakan cinta lingkungan, tapi ikonnya itu wanita-wanita cantik yang bisa renang, ga takut kotor, berani masuk hutan, dan tentu saja cinta lingkungan. Di kehidupan sehari-hari kita, sisi feminisme melekat dengan bumi. Kita memanggil nusantara dengan panggilan ibu pertiwi, bukan bapak atau paman pertiwi. Kita juga mengenal Gaia si dewi bumi di mitologi Yunani. Pemilihan Miss Earth mungkin memang sudah sesuai dengan kebiasaan kita mengaitkan sifat bumi dengan sosok perempuan, sehingga ga usah dicari Mister Earth, meskipun bukan ga ada cowo-cowo yang mampu jadi tokoh pergerakan cinta lingkungan juga. Tapi yang jauh lebih penting, kita sudah menunjukkan perbuatan yang menyatakan cinta lingkungan.

Labels: