Dibalik Video Open Mic Kelima

Di IPB ada sebuah jenis perkumpulan baru di bidang jurnalistik, namanya IPB Youth Journalist. Komunitas ini berfokus pada produksi karya jurnalistik berupa film dokumenter dan tulisan. Saya daftar buat jadi salah satu peserta, soalnya mereka nanti bakal dapet pelatihan khusus tentang pembuatan salah satu dari dua jenis karya jurnalistik tadi yang paling kita minati. Saya pilih fokus di pembuatan karya jurnalistik video. 

Saat itu saya sedang berkunjung ke direktorat kemahasiswaan IPB, mau ketemu Bu Mega, ternyata ketemu Kak Cahyo juga, petinggi komunitas diatas. Saya tanya kok pengumuman kelulusan buat training belum keluar? Katanya ternyata sudah keluar, malangnya saya ga lulus, makanya ga dihubungi. Hehe. Disana juga ada Kak Dayat. Kata kak Dayat saya di syarat nomor 1 aja udah ga lulus, saya bukan lagi mahasiswa IPB, udah lulus soalnya. Hehe. Tapi kata Kak Cahyo, besok pas pelatihan saya datang aja kalau mau. Akhirnya besoknya saya ikut pelatihan.

Di hari kedua, saya berhalangan ikut pengambilan gambar, baru bisa datang siang. Saya merasa ilmunya setengah-setengah, jadi saya pinjam lah tripod dari panitia untuk bikin video sendiri tentang Open Mic nanti malamnya. Saya lalu janjian sama narasumber, datang ke lokasi syuting, nonton open mic, malamnya langsung konversi video, paginya ngedit dan publish. hehe. Keikutsertaan saya di komunitas itu memang secara de jure tidak sah, tapi setidaknya melalui karya di bawah saya menunjukkan bahwa saya sangat berminat untuk menuntut ilmu disana.

Dua foto di bawah ini adalah adegan yang menunjukkan proses peletakan posisi kamera yang pas. Selama pengambilan gambar, saya sendiri yang mengoperasikan kamera (Ipunk sebenarnya saya minta menekan tombol record untuk satu sesi pengambilan gambar saat saya ada di luar ruangan).






Selama proses wawancara, ada juga hal lucunya. Contohnya ketika saya mewawancarai Bang Levi dan Bang Rifki, tonton deh. Kocak :D





Akhirnya, setelah video mentah tadi diolah dengan Ulead 11, jadilah video di bawah ini. Sebenarnya di awal saya berniat mengolah gambar dengan Adobe Premier Pro yang dipelajari di pelatihan hari kedua, tapi kok tiba-tiba males ngulik lagi fitur-fiturnya. Haha. Video di bawah ini juga saya tayangkan untuk Can I Say Magazine.


Labels: , ,