Mengenang The Beatles dan Koes Plus di IPB

Tepat malam tadi, ya tadi malam, Toyib dipenuhi melodi dan apresiasi. IPB diajak untuk mengenang dua kelompok musik legendaris, The Beatles dan Koes Plus. Komunitas ladang seni adalah arsiteknya, mereka mengemas acara ini dengan penampilan beberapa band yang membawakan lagu-lagu lawas karya kedua grup diatas. Tahun lalu di bulan yang sama, komunitas ini juga menggelar panggung seni. Di acara bertema Musik Untuk Bumi itu saya berpartisipasi, berikut dokumentasi Unholy Vein (versi IPB) di acara itu. :D

Di acara Ladang Seni tahun ini, saya berhalangan tampil, tapi berhasil mengabadikan beberapa momen selama jalannya acara. Mari simak :)

Foto atas dan bawah adalah gambaran panitia yang sedang mempersiapkan acara. Klik gambarnya untuk memperbesar ukuran foto


Rapat panitia




Beliau adalah Pak Yayi, pembina UKM Music Agriculture X-pression!! (MAX!!) sekaligus produser beberapa band IPB (The Yayi, YMK). Beliau juga ayah bagi seluruh penggiat seni di kampus pertanian ini :)


Pak Yayi bahkan turut aktif dalam persiapan teknis acara

"Pekerjaan saya musisi, hobi saya mengajar," ujar dosen Departemen Hama dan Proteksi Tanaman itu



Pak Yayi, ahli serangga dan nada




























Jika foto diatas terlihat terlalu kecil, kamu bisa klik untuk memperbesar ukurannya. Foto yang dipajang dalam blog ini adalah foto dalam ukuran kecil. Jika ingin foto-foto di blog ini dengan ukuran siap cetak, kamu bisa hubungi saya :)



Foto-foto yang tidak dicantumi nama saya adalah karya @mhdfikri




Selain mahasiswa dan dosen, Roger si penjual tissue dan pulsa juga turut andil dalam kegiatan ini. Dia bercerita kepada saya tentang seluk-beluk Koes Plus dan bagaimana ia menggemari band itu. Sebenarnya ia berharap untuk bernyanyi di panggung malam itu.



















"Gue bela-belain bolos gawe demi acara ini," ujar Tison dengan penuh semangat. Dia adalah alumni Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB yang sangat mencintai almamaternya. Idealismenya terhadap musik juga tidak usah diragukan. Saat ini ia berkarya di sebuah acara musik di televisi. Simak wawancara yang pernah saya lakukan dengan penggiat musik yang lulus dari IPB dengan predikat prestisius itu disini.


Suasana Auditorium Toyib Faperta saat panggung sedang aktif. Klik pada gambar untuk memperbesar ukurannya


























Iklim apresiasi seni di IPB selalu menunjukan sinyal positif. Berbagai acara seni rutin digelar di kampus ini. Beberapa pentas seni yang akan segera hadir di kampus pertanian adalah:
1. Coaching Clinic vokal dan keyboard yang dibidani UKM MAX!! IPB tanggal 25 Mei di Ruang Kuliah Pinus 2 jam 18.30 WIB
2. Pamitran Gentra Kaheman tanggal 20 Mei malam
3. Pementasan teater Jejak yang digagas Komunitas Wahana Telisik Seni dan Sastra tanggal 31 Mei di auditorium Toyib Faperta. Pementasan teater ini terbatas untuk 100 orang penonton. Kamu yang ingin menonton segeralah mendaftarkan diri.

Catat tanggal-tanggal itu dan nikmati geliat apresiasi seni di kampus calon petani berdasi :)

Labels: , , , , ,