let's talk about leadership

                Dalam tulisannya di majalah Sabili edisi Juni 2009, Sirikit Syah menyatakan bahwa Aristoteles membagi kekuatan pembentuk opini publik menjadi tiga, yakni didasari logos (akal), pathos (emosi), dan ethos (karakter). Menurutnya, tak sedikit orang yang menentukan piliha berdasarkan pilihan berdasarkan emosi (pathos). Menurut Aristoteles, ini sah-sah saja. Seseorang akan memilih pemimpin yang ia kenal, atau yang memiliki kesamaan, atau yang memiliki keterkaitan dengan dirinya. Arostoteles menekankan, yang paling afektif mempengaruhi opini adalah ethos atau karakter.

                Karakter memang hal alami yang menjadi penilaian manusia. Saat seseorang menyukai orang lain yang bersikap sopan misalnya, maka ia sesungguhnya menyukai karakter sopan tersebut. Sementara itu untuk menularkan karakter seseorang, perlu sebuah kekuatan, kekuatan itu diantaranya adalah kuasa berupa jabatan. Menjabat sebagai pemimpin, berarti mengarahkan sebuah sistem untuk menjadi hal yang diinginkan pemimpin tersebut. Dalam konteks situasi aktual IPB yang sedang mempersiapkan ketua baru untuk kelembagaan fakultas maupun tingkat KM (Keluarga Mahasiswa), aspek karakter adalah salah satu nilai penting yang perlu dimiliki calon pemimpin, selain program-program yang menjanjikan. Mahasiswa (calon pemilih dalam Pemira) perlu menilai calon pemimpinnya dari aspek karakter, karena karakter akan mempengaruhi pola pikir calon prmimpin itu, yang akhirnya akan tertuang dalam program kerja. Saya yakin bahwa semua calon pemimpin kelembagaan mahasiswa di kampus ini adalah mereka yang berkarakter unggul dibanding yang lain, buktinya mereka berani berniat merubah organisasi yang akan ia pimpin menjadi lebih baik.

Terlepas dari penilaian tentang karakter ideal yang sangat subyektif, saya ingin memberi semacam pedoman bahwa setidaknya, pemimpin yang baik itu memiliki empat sifat dasar. Sidik, amanah, fatonah, dan tabligh adalah keempat sifat yang dimaksud. Keempat sifat itu adalah sifat yang kita kenal sejak duduk di bangku SD sebagai sifat para nabi. Dengan memiliki keempat sifat itu, maka berbagai tantangan dan tujuan organisasi akan berjalan dengan baik. Selain kinerja organisasi yang baik, prestasi yang perlu dicapai seorang pemimpin adalah mencetak pemimpin baru yang lebih baik dari dirinya. Untuk mewujudkannya, seorang pemimpin juga membutuhkan sebuah keteladanan untuk kemudian diterapkan pula oleh pemimpin baru setelahnya.

Salah satu sosok pemimpin yang mampu memperlihatkan teladan kepada pemimpin lain dan calon pemimpin baru adalah presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad. Berikut adalah gambaran sosok pemimpin teladan itu yang saya peroleh dari milis Asgar Muda.

Presiden Teladan - Presiden Termiskin di Dunia !!!! 

Politik boleh berbeda ... tapi bicara sikap, kejujuran, kehidupan dan kesederhanaan ...

acungkan jempol !!!! sama orang ini ....

    Presiden Iran saat ini: Mahmoud Ahmadinejad, ketika di wawancara oleh TV Fox (AS) soal kehidupan pribadinya: 

"Saat anda melihat di cermin setiap pagi, apa yang anda katakan pada diri anda?"

Jawabnya: "Saya melihat orang di cermin itu dan mengatakan padanya:

"Ingat, kau tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan tanggung jawab yang berat, yaitu melayani bangsa Iran ." 


Berikut adalah gambaran Ahmadinejad, yang membuat orang ternganga dan terheran-heran :


 1. Saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan

Ia menyumbangkan seluruh karpet Istana Iran yang sangat tinggi nilainya itu

kepada masjid2 di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.

 

2. Ia mengamati bahwa ada ruangan yang sangat besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP,

lalu ia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan menanyakan pada protokoler

untuk menggantinya dengan ruangan biasa dengan 2 kursi kayu, meski sederhana tetap terlihat impresive.

 

3. Di banyak kesempatan ia bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya.

 

4. Di bawah kepemimpinannya, saat ia meminta menteri2 nya untuk datang kepadanya

dan menteri2 tsb akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang berisikan arahan2 darinya,

arahan tersebut terutama sekali menekankan para menteri2nya untuk tetap hidup sederhana

dan disebutkan bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi,

sehingga pada saat menteri2 tsb berakhir masa jabatannya dapat meninggalkan kantornya dengan kepala tegak.

 

5. Langkah pertamanya adalah ia mengumumkan kekayaan dan propertinya yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977,

sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di Teheran.

Rekening banknya bersaldo minimum, dan satu2nya uang masuk adalah uang gaji bulanannya.

 

6. Gajinya sebagai dosen di sebuah universitas hanya senilai US $ 250

 

7. Sebagai tambahan informasi, Presiden masih tinggal di rumahnya.

Hanya itulah yang dimilikinyaseorang presiden dari negara yang penting baik secara strategis, ekonomis, politis,

belum lagi secara minyak dan pertahanan.

Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.

 

8. Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yg selalu dibawa sang presiden tiap hari selalu berisikan sarapan;

roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira,

ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.

 

9. Hal lain yang ia ubah adalah kebijakan Pesawat Terbang Kepresidenan,

ia mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat pajak masyarakat dan untuk dirinya,

ia meminta terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.

 

10. Ia kerap mengadakan rapat dengan menteri2 nya untuk mendapatkan info tentang kegiatan dan efisiensi yang sdh dilakukan,

dan ia memotong protokoler istana sehingga menteri2 nya dapat masuk langsung ke ruangannya tanpa ada hambatan.

Ia juga menghentikan kebiasaan upacara2 seperti karpet merah, sesi foto, atau publikasi pribadi,

atau hal2 spt itu saat mengunjungi berbagai tempat di negaranya.

                                                

11. Saat harus menginap di hotel, ia meminta diberikan kamar tanpa tempat tidur yg tidak terlalu besar

karena ia tidak suka tidur di atas kasur, tetapi lebih suka tidur di lantai beralaskan karpet dan selimut.

Apakah perilaku tersebut merendahkan posisi presiden?

Presiden Iran tidur di ruang tamu rumahnya sesudah lepas dari pengawal2nya yg selalu mengikuti kemanapun ia pergi.

Menurut koran Wifaq, foto2 yg diambil oleh adiknya tersebut,

kemudian dipublikasikan oleh media masa di seluruh dunia, termasuk amerika.


12. Sepanjang sholat, anda dapat melihat bahwa ia tidak duduk di baris paling muka 

 

13. Bahkan ketika suara azan berkumandang,

ia langsung mengerjakan sholat dimanapun ia berada meskipun hanya beralaskan karpet biasa


14. Baru-baru ini dia baru saja mempunyai Hajatan Besar Yaitu Menikahkan Puteranya. Tapi pernikahan putra Presiden ini hanya layaknya pernikahan kaum Buruh.


Semoga pemimpin seperti beliau muncul dari fakultas kita, kampus kita, negeri kita, untuk kesejahteraan kita bersama. (rezaoffindingnadia)

Labels: